
Kita mungkin sering mendengar kata migrasi. Migrasi
seringkali kita pelajari di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
ketika di bangku sekolah. Migrasi merupakan hal yang berhubugan dengan
perpindahan penduduk. Ya, yang dinamakan migrasi merupakan perpindahan
penduduk dari suatu daerah menuju ke daerah lain dengan tujuan menetap
di daerah yang dituju tersebut. Karena migrasi ini tujuannya menetap,
maka segala administrasi yang berhubungan dengan tempat tinggal lama
juga harus diperbaharui, seperti Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga
dan lain sebagainya. Migrasi ini sifatnya ada yang menetap sementara,
namun ada pula yang menetap hingga selamanya. Biasanya orang yang
menetap selamanya adalah orang- orang atau keluarga yang mata
pencahariannya ada di daerah baru tersebut dan bersifat mandiri, seperti
wirausaha, petani, dan lain sebagainya. Sementara migrasi yang bersifat
sementara biasanya dilakukan oleh orang- orang yang mendapatkan tugas
dari negara, seperti anggota TNI yang mendapatkan tugas mengawasi di
suatu daerah, Polisi, dan lain sebagainya. Meskipun sementara, namun
biasanya migrasi ini dilakukan dalam waktu yang lama.
Faktor- faktor Penyebab Migrasi
Perpindahan penduduk merupakan langskah yang besar. Selain harus
menyiapkan perjalanan panjang, penduduk yang pindah juga harus repot-
repot mengeluarkan biaya, menyiapkan tempat tinggal yang baru,
mengangkut barang- barang lama, hingga mengurusi segala administrasi
yang ada di lingkungan (baca:
fungsi lingkungan)
baru. Karena sangat repot inilah maka orang- orang yang melakukan
migrasi tidak sembarangan. Maksudnya, orang- orang yang melakukan
migrasi merupakan orang- orang yang mempunyai tujuan tertentu. Tanpa
adanya tujuan tertentu, maka orang- orang tidak akan repot- repot
melakukan migrasi. Setidaknya ada beberapa tujuan mengapa orang- orang
melakukan migrasi. Tujuan- tujuan inilah yang menjadi penyebab
dilakukannya migrasi. Beberapa penyebab terjadinya migrasi adalah
sebagai berikut:
- Kurangnya lapangan pekerjaan
Salah satu penyebab atau pendorong terjadinya migrasi adalah alasan
sedikitnya lapanagn pekerjaan yang ada di daerah asal. Semua orang bisa
memenuhi kebutuhan hidup hanya jika mereka bekerja. Bekerja untuk
mendapatkan uang dan bisa dibelanjakan kebutuhan sehari- hari. apabila
di daerahnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan, lalu bagaimana seseorang
bisa bekerja. Apabila di daerahnya menag tidak ada lapangan pekerjaan
yang sesuai dengan keahliannya dan jika berwirausaha pun dirasa tidak
cocok, maka seseorang akan melakukan migrasi. Migrasi ini tentu saja
akan mencari tempat yang kiranya banyak tedapat lowongan kerja yang
sesuai, atau mampu menjadi tempat starategis untuk menjalankan suatu
usaha. Tak heran maka penduduk di Jawa banyak sekali yang migrasi ke
luar jawa, hal ini karena luar Jawa belum mempunyai banyak pesaing, jadi
jika seseorang membuka usaha di luar Jawa, dia akan mendapatkan untung
yang lebih besar.
- Kepadatan penduduk
Alasan lainnya seseorang melakukan migrasi adalah karena adanya
kepadatan penduduk yang terlalu padat di daerah asal. Kepadatan penduduk
ini menyebabkan sesorang hidup kurang nyaman, banyak persaingan
sehingga sebagian akan sulit mendapatkan pekerjaan. Karena sulit
mendapatkan pekerjaan, maka banyak orang yang akan melakukan berbagai
macam tindak kriminal. Selain itu masih banyak pula hal- hal yang dapat
terjadi karena kepadatan penduduk yang berlebihan. Karena kelebihan
penduduk inilah beberapa orang memutuskan untuk pindah ke daerah yang
tidak terlalu padat. Selain akan mendapatkan suasana hidup yang baru,
hal semacam ini juga sangat baik untuk mendukung program pemerataan
penduduk.
- Sumber daya alam yang kurang
Sebagian penduduk yang berpindah ke tempat lain dikarenakan
sumber daya alam
yang kurang memadai. Misalnya saja di suatu tempat keadaan tanahnya
gersang sehingga ketika ditanami tumbuhan maka tidak mudah tumbuh subur
(baca:
ciri- ciri tanah subur dan tidak subur), atau karena keadaan tanah (baca:
jenis tanah) dan udaranya (baca:
polusi udara)
suatu tempat hanya mempunyai sumber daya alam yang sangat sedikit. hal
ini akan menyulitkan apabila digunakan oleh sejumlah banyak orang.
Beberapa orang mungkin tidak akan kebagian apabila jumlah sumber daya
alam telah habis. Maka dari itulah daripada harus hidup dalam
keterbatasan, seseorang mungkin akan lebih memilih pindah ke tempat lain
yang memiliki sumber daya alam yang jumlahnya lebih banyak. Dengan
demikian kebutuhan akan sumber daya alam tersebut menjadi terpenuhi.
- Keinginan memperbaiki taraf hidup
Sebagaian besar atau pada umunya alasan mengapa seseorang lebih
memilih pindah tempat tinggal di daerah lain adalah karena alasan
ekonomi. Salah satunya adalah keinginan untuk memperbaiki taraf hidup
menjadi lebih baik. Hal ini biasanya dirasakan oleh warga desa, dimana
ia tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sudah melamar namun tidak
diterima karena persaingan yang ketat, namun lapangan kerjanya sedikit.
karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan di desa, maka orang tersebut
akan merantau ke kota dengan harapan segera memperoleh pekerjaan. Hal
ini bukan hanya pendapat saja, namun fakta. Di Indonesia sendiri,
fenomena (baca:
fenomena menakjubkan di dunia)
seperti ini terjadi setiap tahun. Banyak orang dari desa akan pergi ke
kota dengan tujuan mencari pekerjaan. Pada awalnya merantau, namun lama
kelamaan ia akan mengajak keluarganya dan kemudian mencari tempat
tinggal untuk menetap di kota dimana ia bekerja.
- Melanjutkan pendidikan
Tujuan lainnya adalah di bidang pendidikan. Keinginan untuk
mendapatkan pendidikan bagus dan jenjang yang lebih tinggi membuat
seseorang melakukan migrasi. Misalnya di luar Jawa fasilitas pendidikan
belum lengkap, dan seseorang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke
perguruan tinggi. Kebetulan jurusan yang diinginkan hanya ada di
universitas di Jawa, maka tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan
melakukan migrasi. Perpindahan penduduk yang termasuk migrasi, mempunyai
minimal waktu sesingkat- singkatnya adalah enam bulan. Jadi, apabila
seseorang pindah selama dia dalam proses pendidikan (artinya beberapa
tahun) dan setelah lulus akan kembali lagi ke daerah asalnya, selama dia
menetapnya lebih dari enam bulan, maka bisa dikatakan sebagai migrasi.
- Perbedaan pendapat dan politik
Ada pula beberapa penyebab masyarakat dalam melakukan migrasi karena
hal yang negatif. Misalnya adalah karena seseorang memiliki perbedaan
pendapat dengan orang lain atau sebagian besar masyarakat, seperti
karena masalah politik, perbedaan partai yang diusung, calon presiden
yaang didukung, atau yang lainnya yang menyebabkan masalah mengular dan
tak kunjung selesai. Hal ini tentu akan menjadikan orang tersebut
tertekan sehingga lebih memilih untuk meninggalkan daerah asal menuju ke
daerah lainnya yang mana dia tidak akan merasa terancam. Atau daerah
yang mempunyai pendapat yang sama dengannya. Meskipun sedikit
berlebihan, namun hal seperti ini terkadang memang kita temui di negara
kita.
- Hubungan sosial yang tidak baik
Masih karena hal yang tidak baik, seseorang bisa memutuskan untuk
pindah ke tempat lain karena di tempat tinggalnya ia merasa mendapatkan
ancaman atau tekanan sehingga membuat hidupnya tidak nyaman dan tidak
tenang. Memang benar setiap masalah harus diselesaikan, namun apabila
seseorang merasa tidak bisa menyelesaikan, terkadang ia lebih memilih
untuk pergi dari tempat itu dan pindah ke tempat yang lainnya. Hal ini
demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
- Alasan agama
Ada juga beberapa orang yang memilih pindah tempat tinggal
dikarenakan urusan agama. Misalnya ditempat tinggalnya hak untuk memeluk
keyakinan yang diinginkan kurang kuat, atau masyarakatnya terlalu
fanatik sehingga tidak tenteram apabila seseorang itu tinggal di tempat
tersebut. Hal semacam ini tampaknya sekarang lebih sering terjadi.
Banyak bagian- bagian dari suatu agama yang melahirkan paham baru.
Ketika seseorang ingin mengikuti paham tersebut, maka maksyarakat tidak
mendukungnya, akibatnya sering terjadi pertengkaran. Nah untuk
menghindari pertengkaran itu seseorang akan lebih baik berpindah ke
tampat lain. Ada pula yang sengaja melakuakan migrasi ke tempat lain
untuk tinggal dengan komunitas agama yang dianutnya, meskipun di tempat
yang lama dia tidak mendapat masalah.
- Keadaan geografis yang tidak cocok
Keadaan geografis (baca:
letak astronomis Indonesia dan letak geografis)
atau lingkungan yang kurang cocok juga menjadi salah satu penyebab
seseorang melakukan migrasi. Misalnya saja seseorang mempunyai penyakit
asma yang akan kambuh apabila dia berada di udara (baca:
sifat- sifat udara) yang dingin. Dan orang itu tinggal di lingkungan
pegunungan yang
udara paginya sangat dingin. Nah, kemungkinan orang tersebut tiap pagi
akan menderita asma bisa saja terjadi. Dengan demikian, orang tersebut
mungkin akan berfikir untuk pindah ditempat lain, dimana udara di
sekitarnya tidak terlalu dingin. Selain itu, wilayah yang dikepung oleh
hutan (baca:
ekosistem hutan) dengan jalan akses yang sulit juga akan memaksa sesorang untuk berfikir pindah ke tempat lain. Atau contoh yang lainnya.
- Pemerataan penduduk
Migrasi tak selamanya berasal dari keinginan penduduk. Adakalanya
seseorang melakukan migrasi karena menjalankan program dari pemerintah.
Misalnya pemerintah ingin memeratakan jumlah penduduk agar tidak
terpusat di pulau Jawa. Untuk mencapai tujuan ini maka pemerintah harus
mengambil penduduk dari pulau Jawa untuk dibawa ke luar Jawa. Hal ini
bisa terealisasi apabila banyak warga masyarakat dari Pulau Jawa
bersedia dipindahkan ke luar Jawa.
Nah, itulah beberapa tujuan orang melakukan migrasi, sekaligus
menjadi faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi. Faktor-
faktor tersebut beberapa karena harapan akan datangnya hal yang lebih
baik, atau dikarenakan pengalaman yang kurang baik di tempat asalnya.
Jenis Migrasi
Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu daerah- ke daerah
lainnya dengan tujuan menetap. Perpindahan penduduk dari satu daerah ke
daerah lain ini mempunyai beberapa jenis yang berbeda- beda. Dengan
demikian, migrasi dibedakan atas beberapa jenis. Jenis- jenis migrasi
ini dibedakan atas migrasi antar negara dan juga migrasi dalam negeri.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai jenis- jenis migrasi, kita akan
mempelajarinya dalam artikel ini. Berikut ini merupakan beberapa jenis
migrasi:
- Golongan migrasi antar negara
Jenis migrasi yang pertama adalah golong migrasi antar negara.
Maksudnya migrasi antar negara adalah perpindahan penduduk dari satu
negara ke negara lainnya. Sehingga migrasi jenis ini termasuk ke dalam
golongan migrasi yang besar, administrasinya lebih kompleks. Beberapa
jenis migrasi antar negara antara lain sebagai berikut:
Barangkali kita sangat sering mendengar kata imigrasi. Imigrasi
banyak diberitakan di media cetak maupun media elektronik. Yang dimaksud
imigrasi adalah masuknya penduduk dari satu negara ke negara lainnya.
Sebagai contoh adalah banyaknya pendatang dari Tiongkok ke Indonesia.
Orang yang melakukan imigrasi disebut sebagai imigran. Kita seringkali
mendengar berita mengenai imigran ini di televisi. Para imigran
melakukan imigrasi atas berbagai kepentingan dan tujuan.
Seanjutnya adalah emigrasi. Jika imigrasi merupakan masuknya penduduk
dari satu negara ke negara lain, maka yang dinamakan emigrasi merupakan
keluarnya penduduk suatu negara menuju ke negara lain. Dengan demikian
emigrasi ini merupakan kebalikan dari imigrasi. Sebagai contoh emigrasi
adalah pindahnya kependudukan seorang warga Indonesia ke Arab Saudi
untuk bekerja disana. Banyak sekali kasus emigrasi di Indonesia. Banyak
diantaranya adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk mencari
lapangan pekerjaan di luar negeri yang dirasa lebih menjanjikan.
Yang ketiga adalah remigrasi. Barangkali kita lebih jarang mendengar
kata remigrasi dibandingkan dengan imigrasi dan juga emigrasi. Yang
dinamakan dengan remigrasi adalah kembalinya penduduk dari negara lain
ke negara asalnya (negaranya sendiri). Hal ini juga banyak terjadi pada
tenaga kerja Indonesia yang sudah habis masa kerjanya, kemudian kembali
lagi ke Indonesia.
Nah, demikianlah beberapa jenis dari migrasi yang merupakan migrasi
antar negara. Migrasi antar negara dilakukan oleh banyak orang biasanya
karena menyangkut dengan pekerjaan atau karena mengikuti pasangan.
Migrasi antar negara ini bisa mendatangkan berbagai macam dampak baik
positif maupu negatif bagi orang tersebut. Selain itu adaptasi yang
harus dilakukan lebih keras, karena orang yang melakukan migrasi atau
imigran harus memahami kebudayaan dan juga segala hal di negara baru,
khususnya bahasa yang digunakan masyarakatnya sehari- hari. jika tidak,
maka akan timbul masalah tentang berkomunikasi dengan sesamanya.
- Migrasi dalam Negeri
Berikutnya merupakan migrasi yang dilakukan seseorang di negaranya
sendiri. Ya, yang dimaksud dengan migrasi dalam negeri merupakan
perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya namun masih
dalam satu wilayah negara. Migrasi yang seperti ini merupakan migrasi
kecil dimana administrasi yang perlu diurus juga tidak sebanyak migrasi
antar negara. Migrasi dalam negeri mempunyai beberapa jenis. Jenis-
jenis migrasi dalam negeri antara lain sebagai berikut:
Jenis migrasi dalam negeri yang pertama adalah transmigrasi.
Transmigrasi merupakan hal yang seringkali kita dengar. Yang dinamakan
transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu pulau maupun provinsi
yang padat penduduknya ke pulau (baca:
pulau terbesar di dunia)
atau provinsi yang jarang penduduknya. Transmigrasi ini biasanya adalah
program dari pemerintah untuk memeratakan penduduk di suatu negara yang
belum merata atau memiliki ketimpangan penduduk yang tinggi. di
Indonesia sendiri, transmigrasi sudah dilaksanakan sejak zaman kolonial
Belanda pada tahun 1905. Pada zaman dahulu namanya adalah kolonisasi
yang mmepunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dengan upah
yang murah di perkebunan- perkebunan milik Belanda yang berada di luar
pulau Jawa. Transmigrasi dibagi menjadi beberapa jenis lagi, diantaranya
transmigrasi bedol desa.
Selain transmigrasi, migrasi dalam negeri selanjutnya adalah
urbanisasi. Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota,
dengan tujuan mencari perbaikan penduduk yang lebih tinggi. ada
beberapa faktor yang mendorong seseorang melakukan urbanisasi. Faktir-
faktor tersebut isa berasal dari daerah tempat asal maupun daerah
tujuan. beberapa faktor yang mendorong terjadinya urbanisasi antara lain
sebagai berikut:
- Faktor pendorong dari daerah asal, meliputi:
- Lahan pertanian di desa yang semakin sempit
- Semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan di desa
- Upah kerja di desa yang rendah
- Kurangnya fasilitas yang mendukung keahlian
- Faktor penarik yang berasal dari daerah tujuan, meliputi:
- Terdapat banyak lapangan kerja di kota
- Terdapat fasilitas yang lengkap, serta sarana dan pra sarana untuk mendukung keahlian
- Daerah perkotaan merupakan pusat berbagai macam kegiatan atau aktivitas
- Upah kerja yang lebih tinggi di daerah perkotaan
Nah, itulah beberapa faktor yang mendorong terjadinya urbanisasi,
baik faktor pendorong yang berasal dari daerah asal, maupun faktor
penarik yang berasal dari daerah tujuan urbanisasi.
Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi. Yang dimaksud dengan
ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari kota ke desa untuk tujuan
menetap. Biasanya, hal ini dilakukan oleh orang- orang kota yang ingin
menghabiskan masa tua di pedesaan, atau ingin membesarkan anaknya di
lingkungan pedesaan karena di perkotaan terlalu sibuk.
Istilah evakuasi seringkali kita degar ketika terjadi bencana alam.
Yang dinamakan evakuasi ini merupakan perpindahan atau pengungsian
penduduk dari tempat tinggalnya karena gangguan keamanan atau bencana.
Misalnya bencana banjir (baca:
jenis banjir)
yang merendam perumahan warga tidak dapat ditempati dalam beberapa
waktu. Maka, penduduk harus dipindahkan ke tempat lain untuk mendapatkan
kehidupan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi banjir tersebut.
Forensen juga dikenal dengan istilah “nglaju”. Forensen atau nglaju
ini merupakan aktivitas orang yang tinggal di desa atau luar kota, namun
mempunyai mata pencaharian di kota dan setiap hari pulang pergi atau
tidak menginap di kota tersebut. Ada berbagai macam alasan mengapa
seseorang melakukan forensen atau nglaju ini, seperti sulitnya mencari
perumahan di kota, besarnya biaya hidup di kota, dan lain sebagainya.
Mungkin yang sering kita dengar sebelumnya adalah kata turis. Ya,
sebutan bagi orang yang sedang berwisata ke tempat- tempat rekreasi.
Yang dimaksud dengan turisme adalah perjalanan seseorang ke daerah-
daerah wisat dan menetap dalam jangka waktu tertentu. hal ini sering
kita jumpai pada turis mancanegara yang tertarik dengan wisata alam
Indonesia. Turis manca negara ini menghabisakan waktu yang sangat lama
di Indonesia demi menikmati pemandangan alam Indonesia dan juga
mempelajari kebudayaan Indonesia.
Nah, itulah beberap jenis migrasi yang terbagi menjadi migrasi antar
negara maupun migrasi yang terjadi di dalam negeri. Masing- masing
migrasi dilakukan orang dengan alasan yang bermacam- macam. Selain itu,
migrasi ini juga mempunyai faktor pendorong dan faktor penarik yang
bermacam- macam pula.
Cara Penanggulangan Migrasi yang Berlebihan
Migrasi yang merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke
tempat yang lian dengan tujuan menetap terkadang memberi magnet
tersendiri. Iming- iming mendapat kemakmuran yang lebih baik, upah kerja
yang lebih tinggi, fasilitas yang lebih lengkap terkadang menjadikan
mayoritas penduduk desa ingin meninggalkan kampung halaman menuju ke
tampat yang lebih makmur. Dengan demikian tidak jarang ada kasus migrasi
yang berlebihan. Apapun yang berlebihan itu sifatnya tidak baik,
termasuk juga migrasi. Berbagai dampak buruk bisa saja ditimbulkan dari
migrasi ini. maka dari itulah dibituhkan beberapa upaya untuk mencegah
terjadinya migrasi yang berlebihan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan
adalah sebagai berikut:
- Membangun fasilitas- fasilitas pembangunan sampai ke pelosok- pelosok negeri
- Pengadaan pendidikan yang bermutu hingga ke daerah- daerah terpencil di negeri
- Membangun sarana dan prasarana yang dibituhkan hingga ke seluruh penjuru negeri
- Meningkatan upah bagi pekerja yang ada di desa
- Memperbanyak lapangan kerja di pedesaan
Nah, itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk
menarik perhatian dan minat masyarakat supaya tidak terlalu bersemangat
untuk melakukan migrasi. Selain itu, hal ini membuat masyarakat
pedesaan menjadi semakin maju.
Migrasi Terbesar di Dunia
Penduduk beberapa negara pernah melakukan migrasi dengan jumlah
peserta yang sangat banyak. Cina merupakan negara yang selalu terkenal
dengan mudik besar- besaran menjelang Tahun baru Imlek. Misalnya pada
Februari 2016. Migrasi ini dilakukan oleh sekitar 100 ribu jiwa warga
Cina yang ingin mudik ke kampung halamanannya menjelang Tahun Baru Imlek
2017. Adanya cuaca buruk menyebabkan migrasi ini diikuti banyak sekali
masyarakat Cina.
Itulah beberapa informasi mengenai Migrasi dan beberapa informasi
yang berkaitan dengannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua,
dan memebarikan hikmah bagi yang membacanya.
Komentar
Posting Komentar